Timses Jelaskan Janji Jokowi yang belum Terealisasi Bukan Berarti Hoaks !
Indowarta.com  – Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang menyatakan kepada sejumlah warganet yang tengah membangun sentimen negatif kepada Presiden Joko Widodo. Dimana menurutnya, sentimen tersebut yang dibangun guna memberikan persepsi publik supaya mengaitkan
Ikuti Juga : Survei SMRC: Sebanyak 73 Persen Masyarakat Indonesia Puas Dengan Kinerja Jokowi !
Dengan janji Jokowi dengan hoaks Ratna Sarumpaet. Disini Ketua DPD Golkar Jawa Barat itu yang memiliki pandangan jika keduanya terlaluh jauh jika dibandingkan. Sebab, indikator pemenujan janji kampanye sangat berbeda dengan adanya penyimpangan perilaku yang telah dilakukan seseorang, seperti misalnya Ratna Sarumpaet.
Copyright©liputan6
“Terlalu jauh untuk dibandingkan. Jangankan untuk disamakan, dibandingkan saja gak bisa. Konteks Pak Jokowi itu situasinya belum mencapai target. Sementara Ibu Ratna Sarumpaet jelas sekali menyebarkan kebohongan dan itu diakuinya sendiri,” kata Dedi melalui keterangan tertulis yang diterima, Minggu (7/10).
Walaupun tidak menafikan target yang belum tercapai, Dedi yang mengharap kepada semua pihak untuk mengajak dan memberikan apresiasi atas pencapaian presiden itu. dia yang lantas mencontohkan massifnya pembangunan infrastruktur sebagai investasi jangka panjang Indonesia sebagai bangsa. Dimana program pemerataan listrik hingga ke pelosok
Pedalaman di daerah Papua misalnya. Disamping itu, program sertifikasi tanah yang merupakan bentuk kedaulatan agraria dan pengendalian stabilitas harga bahan pokok. Menurut Dedi, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang memang sedang terjadi. Namun kondisi ini yang tidak serta merta melambungkan
Harga pokok di pasaran. Dimana gejolak ekonomi yang tak nampak dan daya beli masyarakat tetap baik.
Ikuti Juga : Jabat Tangan Jokowi yang Jadi Penyemangat Hidup Sutopo !
“Faktor pelemahan rupiah kan bukan di Pak Jokowi. Itu karena iklim ekonomi global. Nah, bisa gak Pak Jokowi disebut sedang berbohong? Ya, gak bisa, karena itu termasuk target yang belum tercapai, bukan bohong,” ujarnya.
Disisi lain, Dedi yang juga menerangkan, Aher yang juga pernah menjanjikan pendidikan SMA gratis, Citarum Harum serta satu juga lapangan kerja. Adapun selama 10 tahun menjadi Gubernur Jawa Barat, janji tersebut yang juga tidak terealisasi.
“Pada akhir 10 tahun itu tercapai atau tidak? Tidak kan. Kemudian apakah Pak Aher bisa disebut berbohong? Ya tidak juga. Pak Aher hanya bisa disebut belum mencapai apa yang dijanjikan,” paparnya.
Ikuti Juga : Tim Jokowi-Ma’ruf Siapkan Langkah Hukum soal Kebohongan Ratna Sarumpaet !

Comments are closed.



Đăng ký ngay Vào chơi